Klinik Mata Jakarta Aini

Refraksi

Penjelasan

Divisi refraksi dalam subspesialisasi mata adalah bidang yang menangani masalah penglihatan yang disebabkan oleh kelainan refraksi mata. Kelainan refraksi terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak fokus dengan tepat pada retina, sehingga menghasilkan bayangan yang tidak jelas.

Dokter mata yang memiliki keahlian dalam bidang ini dapat memberikan solusi untuk membantu penglihatan pasien menjadi lebih jelas.

Kapan Harus Mengunjungi Dokter Mata di Divisi Refraksi?

Anda sebaiknya mengunjungi dokter mata di divisi refraksi jika Anda mengalami gejala seperti:

  • Penglihatan kabur atau tidak jelas
  • Kesulitan melihat objek yang jauh atau dekat
  • Sering menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas
  • Sakit kepala atau mata lelah setelah membaca atau melihat layar
  • Mata terasa tidak nyaman atau perih

Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin

Pemeriksaan mata rutin penting untuk deteksi dini kelainan refraksi dan masalah mata lainnya. Anak-anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata pertama kali pada usia 6 bulan, kemudian pada usia 3 tahun, dan setiap tahun sebelum masuk sekolah.

Orang dewasa sebaiknya menjalani pemeriksaan mata setiap 1-2 tahun, terutama jika memiliki faktor risiko masalah mata.

Tindakan yang Dilakukan

Dokter mata di divisi refraksi memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai tindakan medis dan memberikan solusi, antara lain:

  1. Pemeriksaan Mata Komprehensif : Melakukan pemeriksaan mata yang lengkap, termasuk pemeriksaan ketajaman penglihatan (visus), pemeriksaan refraksi untuk menentukan jenis dan derajat kelainan refraksi, serta pemeriksaan kesehatan mata secara umum.
  2. Penentuan Koreksi Refraksi : Menentukan jenis dan derajat koreksi refraksi yang dibutuhkan pasien, seperti miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), astigmatisme (mata silinder), atau presbiopia (mata tua).
  3. Pemberian Kacamata atau Lensa Kontak : Memberikan resep kacamata atau lensa kontak yang sesuai dengan kebutuhan koreksi refraksi pasien.
  4. Terapi Penglihatan : Memberikan terapi penglihatan untuk membantu pasien dengan masalah penglihatan tertentu, seperti amblyopia (mata malas) atau strabismus (mata juling).
  5. Konsultasi dan Edukasi : Memberikan konsultasi dan edukasi kepada pasien mengenai kelainan refraksi yang mereka alami, pilihan koreksi yang tersedia, serta pentingnya menjaga kesehatan mata.

Kondisi Yang di Tangani

Beberapa kondisi mata yang ditangani oleh dokter mata di divisi refraksi, antara lain:

  • Miopia (Rabun Jauh) : Kondisi di mana seseorang dapat melihat dengan jelas objek yang dekat, tetapi objek yang jauh terlihat kabur.
  • Hipermetropia (Rabun Dekat) : Kondisi di mana seseorang dapat melihat dengan jelas objek yang jauh, tetapi objek yang dekat terlihat kabur.
  • Astigmatisme (Mata Silinder) : Kondisi di mana kornea atau lensa mata tidak memiliki permukaan yang rata, menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi.
  • Presbiopia (Mata Tua) : Kondisi yang terkait dengan usia di mana lensa mata kehilangan elastisitasnya, sehingga sulit untuk fokus pada objek yang dekat.
  • Amblyopia (Mata Malas) : Kondisi di mana otak tidak memproses sinyal dari salah satu mata dengan baik, biasanya disebabkan oleh kelainan refraksi yang tidak terkoreksi pada usia dini.
  • Strabismus (Mata Juling) : Kondisi di mana kedua mata tidak sejajar atau tidak fokus pada satu titik yang sama.

Tim Dokter Spesialis

dr prima retnosuri

Dr Prima Retnosuri SpM

Spesialis Mata Umum

Dr Nylvia Lamsari

Dr Nylvia Lamsari Sardy, SpM

Subspesialis Refraksi

Layanan Lainnya